Syafa Madu Hutan dan
Habbatussauda
I.
Spesial Madu Hutan
Madu Hutan adalah madu yang
dihasilkan oleh lebah di hutan. Madu hutan dihasilkan oleh apis
dorsata yang merupakan lebah terbesar dengan ukuran 1 sampai 2,5 centimeter.
Lebah jenis ini biasanya hanya berkembang di India, Nepal, Indonesia dan
Filipina. Jika madu hutan mengambil nektar dari beragam pohon di hutan, Madu
hutan biasanya dipanen langsung dari hutan sehingga termasuk ke dalam produk
organik. madu hutan memiliki tekstur yang lebih cair jika dibandingkan dengan
madu lebah ternak. Hal ini dikarenakan kontur hutan yang lebih basah
dibandingkan dengan sarang lebah ternak. Alhasil, madu hutan memiliki kandungan
lebih banyak air di dalamnya.
II.
Spesial Habbatussauda
Habbatusauda (Nigella
sativa ) adalah terna, daunnya berbau segar, bijinya mengandung minyak
asiri dan lemak, digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan,
misalnya untuk obat sakit perut. Terna ini merupakan rempah-rempah yang
dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang
telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan,
dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai
macam penyakit.
Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan
awal agama Islam.
III.
Komposisi
A. Madu
Hutan
1. Felonik
2. PH
3,2-6,1
3. Kandungan
jenis gula :
a. monosakarida
75-80% (fruktosa 38,2 % dan glukosa 31,3 %)
b. disakarida
(1,31 % sukrosa, laktosa 7,11 %, dan maltosa 7,31 %)
c. air
(15-23%)
4. Kandungan
vitamin:
a. B1:
Merubah
karbohidat menjadi energi, pada otak dan sistem saraf.
b. B2:
Nutrisi sangat
penting untuk perkembangan jaringan tubuh, produksi sel darah merah.
c. B5:
nutrisi yang
penting bagi metabolisme tubuh untuk proses pemecahan karbohidrat, protein, dan
lemak.
d. B6:
nutrisi yang
sangat penting bagi fungsi darah, kulit, dan sistem saraf pusat.
e. C:
nutrisi pembentuk kolagen, yaitu
zat yang dibutuhkan untuk
memperbaiki kulit, tulang, dan gigi.
5. Kandungan
Mineral :
a. Ca: ntuk
membangun tulang dan gigi, bertanggung jawab pada kontraksi otot, impul saraf,
kerja jantung, dan pembekuan darah yang benar.
b. Na: menjaga keseimbangan cairan tubuh, berpengaruh
terhadap tekanan dan volume darah.
c. P: membantu ginjal dalam menyaring zat sisa yang sudah
tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh keluar.
d. Fe: memproduksi
hemoglobin. Hal ini karena zat besi mampu untuk memberikan warna merah pekat
pada sel darah merah. Dengan begitu, produksi hemoglobin akan terus meningkat
dan kebutuhan tubuh terhadap hemoglobin dapat tercukupi.
e. Mg: untuk
kesehatan tulang. Magnesium membantu penyerapan kalsium serta vitamin D dalam
tubuh.
f. Mn:
untuk kofaktor enzim, berguna untuk
metabolisme energi, pembentukan tulang, juga kofaktor enzim superoksida
dismutase (enzim antioksidan). Kekurangan mineral mangan dapat mengakibatkan
gangguan tulang dan hati.
6. Kandungan
enzim :
a. enzim
diastase yang
berperan untuk mengubah glikogen menjadi gula-gula sederhana.
b. enzim
invertase untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.
c. enzim
glukosa peroksida untuk memproduksi hidrogen peroksida dan glukosa asam
glukonik.
B. Habbatussauda
1. Senyawa aktif:
a.
thymoquinone (30% -48%),
b.
thymohydroquinone
c.
dithymoquinone
d.
p-cymene (7% -15%)
e.
carvacrol (6% -12%)
f.
4-terpineol (2% -7%)
g.
t-anethol (1% -4%)
h.
sesquiterpene longifolene (1% -8%)
i.
α-pinene
j.
thymol
k.
alpha-hederin
l.
triterpen pentacyclic
m.
saponin
2. Biji mengandung dua jenis alkaloid:
a.
Alkaloidisoquinoline:
1)
Nigellicimine
2)
nigellicimine-N-oxide,
b.
alkaloid pirazol:
1)
nigellidine
2)
nigellicine.
Apalagi, N. sativabiji juga
3.
protein (26,7%)
4.
lemak (28,5%)
5.
karbohidrat (24,9%)
6.
serat kasar (8,4%) dan total
abu (4,8%).
7.
Mineral dan Vitamin :
a.
Cu
b.
P Zn
c.
Fe
d.
vitamin A, dll
IV.
Manfaat Madu dan Habbatussauda
A.
Manfaat Madu menurut AL-Quran dan Hadits
Dalam surah an-Nahl (lebah) ayat 68-69 Allah SWT menyatakan:
''Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:''Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat
manusia''...Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam
warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi
mereka yang memikirkan.”
Kemudian Rasulullah Muhammad juga menegaskan khasiat madu
tersebut dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari:
''Madu adalah penyembuh
bagi semua jenis sakit dan Alquran adalah penyembuh bagi semua kekusutan
pikiran (sakit pikiran). Maka aku sarankan bagimu kedua penyembuh tersebut,
Alquran dan madu.''
B.
Manfaat Madu menurut
Jurnal Kesehatan
1.
Antioksidan
2.
Antimikroba
3.
Apoptosis
untuk mencegah Kanker
4.
anti-inflamasi
atau anti Peradangan
5.
imunomodulator(Meningkatkan Imunitas Tubuh)
6.
Untuk
penyakit Kardiovaskuler
7.
Untuk
penyakit Saraf Pusat
8.
Untuk
penyakit Pencernaan
9.
Untuk
Astma
10. Untuk Luka
11. Untuk Diabetes
C.
Manfaat Madu menurut AL-Quran dan Hadits
Rasulullah shallallahu‘alaihiwa
Sallam
bersabda,
”Sesungguhnya pada habbatussauda’
terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian”
Ulama dan dokter muslim yang terkenal Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu dalam kitab tibbun nabawi menjelaskan
tentang habbatus sauda,
“Habbatus sauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, “obat untuk segala macam penyakit”,
sebagaimana firman Allah,
“Menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya”.
Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dan semisalnya. Dan
habbatus sauda bermanfaat menyembuhkan segala macam penyakit yang bersifat
dingin dan penyakit yang bersifat panas dan kering.”
D.
Manfaat Madu menurut
Jurnal Kesehatan
1.
Anti
Bakteri
2.
Anti
Jamur
3.
Anti
Schistosomiasis ( Anti Kerusakan Hati)
4.
Anti
Oksidan
5.
Anti
Diabetes
6.
Anti
Kanker
7.
Anti
Inflamasi atau Peradangan
8.
Analgesik
9.
Imunomodulator
(untuk meningkatkan imun)
10. Untuk penyakit Kardiovaskuler
11. Untuk Pelindung gastrointestinal (Saluran
Pencernaan)
12. Untuk Pelindung Hati, Limpa dan
Ginjal
13. Untuk Pelindung Paru
14. Anti Astma, dll.
V.
Cara
Penggunaan Madu dan Habbatussauda
A.
Di
Konsumsi Langsung
1.
Pagi
Hari
Bangun
tidur setelah minum air putih “Satu sendok madu + Tujuh Butir Habbatussauda”
2.
30
menit – 1 Jam Sebelum Makan
“Satu
sendok madu + Tujuh Butir Habbatussauda”
3.
Malam
Hari
Sebelum
Tidur
“Satu
sendok madu + Tujuh Butir Habbatussauda”
B.
Dicampur
dengan Minuman
1.
Madu
Bisa di gunakan sebagai pengganti Gula Pasir
2.
Habbatussaudah
bisa di campurkan pada minuman usahakan suhu pada minuman tidak panas
3.
Contoh
Minuman yang dapat diberikan Madu dan Habbatussauda :
a)
Air
Nabeez
b)
Infus
Water
c)
Juss
d)
Teh
e)
Kopi,
dll
C.
Digunakan
Untuk Masker Wajah
1. Bahan-bahan:
a) 2 sendok teh susu
b) 2 sendok teh madu
c) 1 sendok Oil Habbatusauda
d) Cotton ball
2. Cara membuatnya:
a) Hangatkan susu, lalu campur dengan madu dan oil habbatussauda
hingga rata.
b) Oleskan masker ke wajah maupun leher menggunakan cotton ball,
lakukan selagi masih hangat.
c) Biarkan susu, madu dan oil habbatussauda tadi meresap dalam kulit selama sedikitnya
10-20 menit.
d)
Setelah itu bilas dengan
air hangat, diikuti air dingin.
D.
Diguakan
Untuk Luka
1.
Jenis
Luka :
a) Luka
karena trauma atau cedera seperti lecet atau
luka potong.
b) Luka bakar.
c) Luka
karena terlalu lama berbaring di kasur, biasanya pada lansia yang dirawat.
d) Luka
karena aliran darah yang tidak lancar, terutama pada kaki dan orang tua.
e) Luka
kaki pada pengidap diabetes.
2. Hal yang Harus di Perhatikan :
a) Pastikan
luka pada kulit Anda tidak terlalu dalam,
b) tidak
termasuk dalam luka bakar berat,
c) serta tidak mengeluarkan nanah. Selain madu
murni,
Anda juga bisa memilih madu Manuka untuk
membantu menyembuhkan luka. Madu Manuka mengandung senyawa methylgloxal.
Senyawa ini bersifat sitotoksik (membunuh bakteri).Selain itu, madu Manuka juga
memiliki molekul berukuran kecil sehingga bisa lebih mudah masuk ke kulit untuk
membunuh bakteri.
3. langkah-langkah menggunakan madu
untuk menyembuhkan luka:
a) Cuci
kedua tangan Anda dengan air mengalir dan sabun. Pastikan penutup luka, seperti
kain kassa dan kapas dalam keadaan bersih.
b) Oleskan madu murni atau madu Manuka pada kapas, lalu tempelkan
pada kulit yang terluka.
c) Tutup
kapas tersebut dengan perban bersih, kemudian rekatkan ujungnya dengan plester
agar madu tidak berceceran.
d) Ganti
perban dengan rutin, bisa dilakukan satu hari sekali.
e) Cuci
kembali tangan Anda hingga bersih.
VI.
Mau
Order Lagi?
Silahkan
Hubungi
Syafa Madu Hutan Indonesia
CP: 0838-7288-1113