Rabu, 22 April 2020

Bedah Manfaat Madu dan Habbatussauda sesusai jurnal penelitian terbaru



Syafa Madu Hutan dan Habbatussauda
I.                   Spesial Madu Hutan
Madu Hutan adalah madu yang dihasilkan oleh lebah di hutan.  Madu hutan dihasilkan oleh apis dorsata yang merupakan lebah terbesar dengan ukuran 1 sampai 2,5 centimeter. Lebah jenis ini biasanya hanya berkembang di India, Nepal, Indonesia dan Filipina. Jika madu hutan mengambil nektar dari beragam pohon di hutan, Madu hutan biasanya dipanen langsung dari hutan sehingga termasuk ke dalam produk organik. madu hutan memiliki tekstur yang lebih cair jika dibandingkan dengan madu lebah ternak. Hal ini dikarenakan kontur hutan yang lebih basah dibandingkan dengan sarang lebah ternak. Alhasil, madu hutan memiliki kandungan lebih banyak air di dalamnya.
II.                Spesial Habbatussauda
Habbatusauda (Nigella sativa ) adalah terna, daunnya berbau segar, bijinya mengandung minyak asiri dan lemak, digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan, misalnya untuk obat sakit perut. Terna ini merupakan rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat IndiaPakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam.
III.             Komposisi
A.     Madu Hutan
1.      Felonik
2.      PH 3,2-6,1
3.      Kandungan jenis gula :
a.      monosakarida 75-80% (fruktosa 38,2 % dan glukosa 31,3 %)
b.      disakarida (1,31 % sukrosa, laktosa 7,11 %, dan maltosa 7,31 %)
c.       air (15-23%)
4.      Kandungan vitamin:
a.    B1: Merubah karbohidat menjadi energi, pada otak dan sistem saraf.
b.   B2: Nutrisi sangat penting untuk perkembangan jaringan tubuh, produksi sel darah merah.
c. B5: nutrisi yang penting bagi metabolisme tubuh untuk proses pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak.
d.   B6: nutrisi yang sangat penting bagi fungsi darah, kulit, dan sistem saraf pusat.
e. C: nutrisi pembentuk kolagen, yaitu zat yang dibutuhkan untuk memperbaiki kulit, tulang, dan gigi.
5.      Kandungan Mineral :
a.    Ca: ntuk membangun tulang dan gigi, bertanggung jawab pada kontraksi otot, impul saraf, kerja jantung, dan pembekuan darah yang benar.
b.      Na:  menjaga keseimbangan cairan tubuh, berpengaruh terhadap tekanan dan volume darah.
c.        P: membantu ginjal dalam menyaring zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh keluar.
d.      Fe: memproduksi hemoglobin. Hal ini karena zat besi mampu untuk memberikan warna merah pekat pada sel darah merah. Dengan begitu, produksi hemoglobin akan terus meningkat dan kebutuhan tubuh terhadap hemoglobin dapat tercukupi.
e.    Mg: untuk kesehatan tulang. Magnesium membantu penyerapan kalsium serta vitamin D dalam tubuh. 
f.     Mn:  untuk kofaktor enzim, berguna untuk metabolisme energi, pembentukan tulang, juga kofaktor enzim superoksida dismutase (enzim antioksidan). Kekurangan mineral mangan dapat mengakibatkan gangguan tulang dan hati.
6.      Kandungan enzim :
a.      enzim diastase yang berperan untuk mengubah glikogen menjadi gula-gula sederhana.
b.       enzim invertase untuk mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.
c.        enzim glukosa peroksida untuk memproduksi hidrogen peroksida dan glukosa asam glukonik.
B.     Habbatussauda
1.      Senyawa aktif:
a.      thymoquinone (30% -48%),
b.      thymohydroquinone
c.       dithymoquinone
d.      p-cymene (7% -15%)
e.       carvacrol (6% -12%)
f.       4-terpineol (2% -7%)
g.       t-anethol (1% -4%)
h.      sesquiterpene longifolene (1% -8%)
i.        α-pinene
j.        thymol  
k.      alpha-hederin
l.        triterpen pentacyclic
m.    saponin
2.      Biji mengandung dua jenis alkaloid: 
a.      Alkaloidisoquinoline: 
1)      Nigellicimine
2)      nigellicimine-N-oxide,
b.      alkaloid pirazol:
1)      nigellidine
2)      nigellicine. 
Apalagi, N. sativabiji juga
3.      protein (26,7%)
4.      lemak (28,5%)
5.      karbohidrat (24,9%)
6.       serat kasar (8,4%) dan total abu (4,8%). 
7.       Mineral dan Vitamin :
a.      Cu
b.      P Zn
c.        Fe 
d.      vitamin A, dll 

IV.              Manfaat Madu dan Habbatussauda
A.     Manfaat Madu menurut AL-Quran dan  Hadits  
Dalam surah an-Nahl (lebah) ayat 68-69 Allah SWT menyatakan:
''Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:''Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia''...Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi mereka yang memikirkan.”  
Kemudian Rasulullah Muhammad juga menegaskan khasiat madu tersebut dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari:
 ''Madu adalah penyembuh bagi semua jenis sakit dan Alquran adalah penyembuh bagi semua kekusutan pikiran (sakit pikiran). Maka aku sarankan bagimu kedua penyembuh tersebut, Alquran dan madu.'' 
B.     Manfaat Madu menurut Jurnal Kesehatan
1.      Antioksidan
2.      Antimikroba
3.      Apoptosis untuk mencegah  Kanker
4.      anti-inflamasi atau anti Peradangan
5.      imunomodulator(Meningkatkan  Imunitas Tubuh)
6.      Untuk penyakit Kardiovaskuler
7.      Untuk penyakit Saraf Pusat
8.      Untuk penyakit Pencernaan
9.      Untuk Astma
10.  Untuk Luka
11.  Untuk Diabetes


C.     Manfaat Madu menurut AL-Quran dan  Hadits  
Rasulullah shallallahu‘alaihiwa Sallam 
bersabda,
”Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian”
Ulama dan dokter muslim yang terkenal Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu dalam kitab tibbun nabawi menjelaskan tentang habbatus sauda,
“Habbatus sauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “obat untuk segala macam penyakit”,
sebagaimana firman Allah,
“Menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya”.
Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dan semisalnya. Dan habbatus sauda bermanfaat menyembuhkan segala macam penyakit yang bersifat dingin dan penyakit yang bersifat panas dan kering.”
D.     Manfaat Madu menurut Jurnal Kesehatan
1.      Anti Bakteri
2.      Anti Jamur
3.      Anti Schistosomiasis ( Anti Kerusakan Hati)
4.      Anti Oksidan
5.      Anti Diabetes
6.      Anti Kanker
7.      Anti Inflamasi atau Peradangan
8.      Analgesik
9.      Imunomodulator (untuk meningkatkan imun)
10.   Untuk penyakit Kardiovaskuler
11.  Untuk Pelindung gastrointestinal (Saluran Pencernaan)
12.  Untuk Pelindung Hati, Limpa dan Ginjal
13.  Untuk Pelindung Paru
14.  Anti Astma, dll.

V.                 Cara Penggunaan Madu dan Habbatussauda
A.     Di Konsumsi Langsung
1.      Pagi Hari
Bangun tidur setelah minum air putih “Satu sendok madu + Tujuh Butir Habbatussauda”
2.      30 menit – 1 Jam Sebelum Makan
“Satu sendok madu + Tujuh Butir Habbatussauda”
3.      Malam Hari
Sebelum Tidur
“Satu sendok madu + Tujuh Butir Habbatussauda”
B.     Dicampur dengan Minuman
1.      Madu Bisa di gunakan sebagai pengganti Gula Pasir
2.      Habbatussaudah bisa di campurkan pada minuman usahakan suhu pada minuman tidak panas
3.      Contoh Minuman yang dapat diberikan Madu dan Habbatussauda :
a)      Air Nabeez
b)      Infus Water
c)      Juss
d)      Teh
e)      Kopi, dll

C.     Digunakan Untuk Masker Wajah
1.      Bahan-bahan:
a)      2 sendok teh susu
b)      2 sendok teh madu
c)      1 sendok Oil Habbatusauda
d)      Cotton ball
2.      Cara membuatnya:
a)      Hangatkan susu, lalu campur dengan madu dan oil habbatussauda hingga rata.
b)      Oleskan masker ke wajah maupun leher menggunakan cotton ball, lakukan selagi masih hangat.
c)      Biarkan susu, madu dan oil habbatussauda  tadi meresap dalam kulit selama sedikitnya 10-20 menit.
d)      Setelah itu bilas dengan air hangat, diikuti air dingin.

D.     Diguakan Untuk Luka
1.      Jenis Luka :
a)      Luka karena trauma atau cedera seperti lecet atau luka potong.
b)      Luka bakar.
c)      Luka karena terlalu lama berbaring di kasur, biasanya pada lansia yang dirawat.
d)      Luka karena aliran darah yang tidak lancar, terutama pada kaki dan orang tua.
e)      Luka kaki pada pengidap diabetes.

2.      Hal yang Harus di Perhatikan :
a)      Pastikan luka pada kulit Anda tidak terlalu dalam,
b)      tidak termasuk dalam luka bakar berat,
c)       serta tidak mengeluarkan nanah. Selain madu murni,
Anda juga bisa  memilih madu Manuka untuk membantu menyembuhkan luka. Madu Manuka mengandung senyawa methylgloxal. Senyawa ini bersifat sitotoksik (membunuh bakteri).Selain itu, madu Manuka juga memiliki molekul berukuran kecil sehingga bisa lebih mudah masuk ke kulit untuk membunuh bakteri.
3.      langkah-langkah menggunakan madu untuk menyembuhkan luka:
a)      Cuci kedua tangan Anda dengan air mengalir dan sabun. Pastikan penutup luka, seperti kain kassa dan kapas dalam keadaan bersih.
b)      Oleskan madu murni atau madu Manuka pada kapas, lalu tempelkan pada kulit yang terluka.
c)      Tutup kapas tersebut dengan perban bersih, kemudian rekatkan ujungnya dengan plester agar madu tidak berceceran.
d)      Ganti perban dengan rutin, bisa dilakukan satu hari sekali.
e)      Cuci kembali tangan Anda hingga bersih.

VI.              Mau Order Lagi?
Silahkan Hubungi

Syafa Madu Hutan Indonesia

CP: 0838-7288-1113